Home

Advertisement


A team of astronomers from Penn State and Nicolaus Copernicus University in Poland has discovered a new planet that is closely orbiting a red-giant star, HD 102272, which is much older than our own Sun. The planet has a mass that is nearly six times that of Jupiter, the largest planet in our solar system.

The team includes Alexander Wolszczan, the discoverer of the first planets ever found outside our solar system, who is an Evan Pugh Professor of Astronomy and Astrophysics and the director of the Center for Exoplanets and Habitable Worlds at Penn State; and Andrzej Niedzielski, who leads his collaborators in Poland. The team suspects that a second planet may be orbiting HD 102272, as well.

The findings, which will be published in a future issue of The Astrophysical Journal, shed light on the ways in which aging stars can influence nearby planets.

Scientists already know that stars expand as they age and that they eventually may gobble up adjacent planets. In fact, scientists expect our own planet to be swallowed up by the Sun in about a billion years. But what scientists don't yet understand fully is how aging stars influence nearby planets before they are destroyed. The team's newly discovered planet is interesting because it is located closer to a red-giant star than any other known planet.

"When red-giant stars expand, they tend to eat up the nearby planets," said Wolszczan. "Although the planet we discovered conceivably could be closer to the star without being harmed by it, there appears to be a zone of avoidance around such stars. Our discovery pushes it back to about 0.6 astronomical units, which is the size of the new planet's orbit. It is important to find out why planets don't want to get any closer to stars, so one of our next steps is to try to figure out why this zone of avoidance exists and whether it occurs around all red-giant stars."

The team used the Hobby-Eberly Telescope of McDonald Observatory in south-western Texas to make its discovery. Through the telescope, which is equipped with a precise spectrograph, the scientists observed a pattern of alternating shifts of spectral lines in the light coming from the star, which is located 1,200 light-years from the Earth in the constellation Leo. These tiny, alternating shifts represent the fingerprint of a star that is moving alternately toward and away from Earth as it wobbles in space responding to the gravitational pull of an orbiting planet.

Because of the Doppler effect, the light from the star becomes bluer as it moves toward the Earth and then redder as it recedes from it, which is reflected by the measured shifts of the spectral lines. The specific pattern of these shifts, which the research team observed, allowed the scientists to determine that one planet -- and possibly two planets -- orbit the star. If the second planet exists, the system would become the first multiplanet system discovered around a red-giant star.

Wolszczan said that he is particularly interested in applying to our own solar system the knowledge he gains about the effects of aging stars on planets orbiting other stars. "Our own Sun one day will become a red giant and it is interesting to think about what will happen to the outer planets of our solar system as the Sun expands," he said. "For example, Europa, one of Jupiter's moons, is covered by ice, but if it were to exist closer to the Sun, it might become a warm ocean world that could possibly support life."

In 1992, Wolszczan became the first person to discover planets outside our solar system when he used the 1,000-foot Arecibo radiotelescope to detect three planets orbiting a rapidly spinning neutron star. The discovery opened the door to the current intense era of planet hunting by suggesting that planet formation could be quite common throughout the universe and that planets can form around different types of stellar objects.

The researchers received support from the Polish Ministry of Science and Higher Education, the NASA Astrobiology Program, the Foundation for Polish Science, and the Polish Academy of Sciences.

Article taken from:
http://www.sciencedaily.com/releases/2008/11/081118141712.htm
 


Mar. 28th, 2009

  • 8:18 PM

Well, actually I want to post something here. But unfortunately, I'm not in a good mood anymore. Coz I have a BIG problem with my Buddy and I need to solve this ASAP.

contemplating....

  • Feb. 21st, 2009 at 9:30 AM

this day, February 21th 2009, is my birthday...
but, i intentionally hide it from the common, only few people do remember my birthday...
better so...

Happy Valentine...

  • Feb. 14th, 2009 at 8:59 AM

Happy Valentine for thou who celebrate it...
for me "VALENTINE DAY" is just like the other days...
nothing special...
everyday is just like Valentine day for me...xD

get pissed off

  • Jan. 7th, 2009 at 4:48 AM



HWaaaa....
i'm sick of live here...

all friends i knew, they tried to stayed away from me...
i don't think i have mistakes to them, but.....
because of that jerk manwhore...

urggghhhh...*annoyed...

all friends i know like a pig..(unless they who care to me...)

Think...

  • Nov. 30th, 2008 at 7:33 PM

still looking for inspiration to write down my fics.
but, i got some awesome pics, anyway.
maybe, with that pics, i can get some brain storming...

oh yeah, i've already had the "Brisingr" (3rd book of paolini's inheritance book), i'll upload it next post...

here are several pics i got from www.elfwood.com and other link (i don't remember the link address)






Sick, sick, sick....

  • Nov. 25th, 2008 at 7:44 AM

you guys know what..?!
for two days, I haven't sleep yet.
hwaaaa.....
so sleepy....
my eyes became red, like a devil eyes....

*yawn...

Tags:

Jokes

  • Nov. 21st, 2008 at 2:32 PM

PEMILU oh PEMILU . . . ! ! !

Thursday, April 24th 2008

 

Pemilu . . . ? Apa sih Pemilu? (blaga’ bego). Sebagian orang sangat menanti-nanti kehadiran Pemilu. Menurut gue, knapa juga pemilu harus ditunggu. Kadang-kadang gue suka mikir (bukan kebiasaan yang biasa), berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk membeli miliyaran kertas kalo cuman untuk di lubangin, truz di kumpulin, dan akhirnya disobek-sobek seperti kata Tukul ‘Tak Sobek-Sobek’. Benar-benar kegiatan yang sangat bodoh dan tidak berguna. Tapi gue juga salut ama yang ngitung kertas suara. Dimana dia harus merelakan mata dan mulutnya untuk menghitung miliyaran kertas yang telah dilubangi itu. Kasihan banget gak tuh, bisa-bisa ato malah pasti pas abys pemilu orang yang ngitung kertas suara jadi buta dan bisu. Gimana enggak. Secara mulut dan matanya terus-terusan bacain kertas suara yang masuk (gempor gempor lw...).

Bicara tentang pemilu dan hitung menghitung kertas suara yang gak penting itu, gue pernah ngalamin kejadian yang sangat, sangat bikin hidup gue kacau. Atau malahan itu jadi hal yang paling buruk selama gue hidup. Hihihiiiihihhi (suara ibliz). Begini ceritanya (dengan gaya bicara kaya film “MISTERI” di AnTV).

Tepatnya pas gue masuk awal semester dua. Kalo gak salah pas bulan Februari and Maret. Waktu itu pemilunya ada 2 sesi. Yang satu pemilu bwat milih calon legislatif universitas dan yang satu lagi bwat milih presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Kebetulan pas waktu itu gue jadi panitia pemilu alias KPU-KPU malam (kepong-kepong malem kalee...). Waktu itu gue sebenarnya gak mau jadi panitia, tapi karena gue orangnya baek, rajin, suka menabung, suka menolong orang, dan karena gak ada kerjaan aja c. Awalnya, pas pemilihan CalLeg c biasa-biasa aja. Cuz gue cuman jadi orang biasa yang menjabat jadi anggota KPU Fisipol yang kerjanya cuman nyeburin jari-jari kotor para mahasiswa ke dalam lautan tinta. Suatu pekerjaan yang sangat gak penting dan menyedihkan (T-T). Pas pemilihan bwat CalLeg selesai, sorenya kita disuruh kumpul bwat pertanggung jawaban. Sore itu gue gak brangkat, dan gue pikir knapa gue harus bertanggung jawab? Emang gue udah meng-hamil-i siapa? Apa jangan-jangan gue yang hamil? Akhirnya yang dateng sore itu 4 temen gue Ryanda, Wawan, Yopi, and Jejen ato biasa di panggil JenCut. Di malam pertanggung jawaban itu, gue denger (cuz gue g brangkat, takut di tuduh hamil) 4 manusia tak berdosa itu berperang melawan para manusia-manusia jahat Fisipol. (katanya) si Ryanda and Wawan ketakutan setengah pingsan dengan mulut berbusa karena penyakit rabies kambuhan mereka ngadepin muka-muka preman anak-anak Fisipol dan para simpatisan lainnya. Dan si Jejen sampe-sampe gemeteran karena salah nulis dan di sorakin sama anak-anak bejat Fisipol. Kalo Yopi mah gue gak peduli. Mo rabies, mo epilepsi, mo gila, mo mampus, mo gantung di pu’un toge, gue tetep gak peduli. Bwat gue Yopi adalah Useless Person yang paling nyebelin sedunia. Malam itu, nyawa mereka bener-bener harus dobel. Cuz salah ngitung suara ‘1’ aja, mereka bisa-bisa dibunuh, digantung, dimutilasi, dimakan, dibakar, ato yang lebih parah lagi . . . di HAMILI (ekstrim). . . kya kya kya kya...tidaaaakkkk. jangan renggut kesucian mereka. Masa depan mereka masih panjang. Tapi, syukur mereka selamat dari musibah yang menimpa mereka.


Bulan Februari terlewati dan berganti bulan Maret. Bulan inilah dimana pertama kali gue punya nyawa sebanyak kucing, ato lebih malah (harusnya jadi vampir, cuz gak bakalan mati). Pemilu CaPres BEM pun diadakan. Tepatnya tanggal 5 Maret 2008 pukul 09.15 WIB. Tadinya gue pikir, gue bakalan kerja kaya kemaren lagi. Apakah itu terbukti saudara-saudara? Ternyata TIDAK SAUDARA-SAUDARA. Panitia KPU Fisipol yang berangkat cuman gue sama si Jejen. Dan 3 manusia bodoh dan tak bertanggung jawab lainnya ternyata telah mengundurkan diri mereka alias kabur. Mungkin karena telah terbukti menghamili seseorang (gak nyambung). Karena kejahatan mereka, dengan berat hati dan terpaksa gue ganti’in si makhluk gak jelas yang menyebut dirinya sendiri sebagai Emo Luvers “Ryanda” sebagai Ketua/Penanggung Jawab TPS Fisipol. Gue sama si Jejen mulai bekerja dengan ditemani oleh 2 orang Satpam Kampus alias MenWa. Karena keadaan Fisipol yang ruwet kaya Jakarta Pas lagi macet, gue nyuruh 2 MenWa itu untuk ngejagain kotak suara and gue suruh kerja nyeburin jari-jari mahasiswa ke dalam tinta biru. Alhasil, pekerjaan kita berjalan cukup lancar selama beberapa jam. Setelah jam makan siang, gue sama si Jejen kerja lagi, dan keadaan mulai tidak terkendali. Para mahasiswa udah mulai kaya banteng di arena Rodeo pada berebut mow nyoblos kertas gak penting itu. Gue juga ngliat ada mahasiswi Fisipol yang dandan abys-abysan. Hati gue seketika itu berkata ‘lw maw mejeng, fesyen show, nyari lekong-lekong, apa mo jadi germo?’. Gila aja, masa dandan sampe menor-menor gitu. Hari udah semakin siang. Dan si MenWa juga udah mulai males-malesan. Akhirnya semua pekerjaan di TPS fisipol gue ama Jejen yang ngerjain. Bahkan si Jejen sempet panik pas ngeliat ada mahasiswa salah masukkin kertas suara ke kotak suara yang lain. Kita berdua jadi panik setengah gila. Mana hari udah semakin panas, truz tiba-tiba aja hujhyan, bechyeck, gak adhya ojhyek (dengan gaya bicara Cinta Laura). Setelah semuanya selesai, inilah saatnya hari pertanggung jawaban. Dimana yang baek masuk sorga, yang jahat masuk neraka (emang udah kiamat...). sebelum mulai bertanggung jawab atas kehamilan gue (lho...???), kita smua mulai ngitung jumlah sisa kertas suara. Dan ternyata, ternyata oh ternyata, sisa kertas suara melebihi jumlah kertas suara yang seharusnya. Sebagai penanggung jawab, gue serasa di dorong dari atas tebing curam, trus di bawah tebing banyak banget batu karang yang tajam, ular, kalajengking, dan hewan-hewan liar yang haus akan darah semuanya kumpul jadi satu dan bersiap untuk jadiin gue sebagai cemilan makan malam. Parahnya lagi, Jejen nglaporin kalo pas pemilu tadi ada yang salah masukin. Gue serasa digiles traktor. Gue udah hampir mampus malem itu. Sampe-sampe gue nangis-nangis darah dan ngadu ke nyokap. Untuk lebih menenangkan diri, gue akhirnya Shalat Isya’ (karena emang belum shalat c). Gue berdo’a semoga saja penghitungan suara malam ini gak jadi diadain. Sehabis shalat gue jalan-jalan sendirian kaya orang ilang di sekitar lapangan kampus. Tiba-tiba gue dikagetkan oleh suara petir yang menggelegar-gelegar DUUEEERRRRRR!!!mungkin do’a gue terkabul dengan turunnya hujan deras waktu itu. Gue udah merasa aman. Apalagi waktu itu juga pas mati lampu. Gue ngerasa kalo do’a gue itu bener-bener terkabul. Paling-paling penghitungan suara gak jadi di adain. Walaupun diadain, paling yang dateng cuman dikit. Tiba-tiba gue ngerasa gak enak. Ada apa gerangan???ternyata perut gue ngamuk-ngamuk cuz seharian belum dikasih makan. Setelah itu gue nyari makan barengan ama temen gue Miftah. Gue ma Miftah cerita banyak tentang pemilu kemarin ama pemilu sekarang. Setelah lama berkoar-koar, ternyata gue baru sadar kalo hujannya udah reda. Gue mulai panik lagi. Mudah-mudahan mati lampunya sampe jam 3 pagi. Eh, ternyata itu semua tidak benar saudara-saudara sekalian. Taw-taw lampunya pada hidup, dan itu menandakan bahwa listrik telah normal kembali, dan juga menandakan bahwa kematian gue juga udah tiba (hwaaaaaaaaa). Gue tambah panik sepanik-paniknya. Lebih panik daripada kalo pas gue pengen boker n kebelet pipis. Setelah beberapa lama gue berdo’a semoga saja peserta pemungutan suara kena penyakit berak-berak selama seminggu. Dengan begitu penghitungan suara bisa diundur atau di batalin. Setelah suasana sekitar lumayan terang, gue serasa dijedotin make kulit duren. YA AMPUNNNNNN. Yang dateng buanyak banget dan do’a gue kali ini tidak terkabul (ya iya lah, secara do’anya ngutuk gitu!!!). Gue berusaha nenangin diri gue dengan gerakan yoga. Dan itu sama sekali tidak membantu. Badan gue malah sakit semua. Penghitungan suara pun dimulai. Panghitungan suara dimulai dari TPS Ekonomi, trus TPSnya Miftah alias Kedokteran, dan terakhir TPS Paling menyebalkan dan memaksa gue untuk menghitung mundur waktu mampus gue. Beberapa jam kemudian TPS 1 dan 2 telah selesai. Kini giliran TPS gue. Gue udah tambah panik aja. Tapi untungnya, sebelum TPS Fisipol maju gue udah bernegosiasi sama PanPel yang udah berpengalaman bwat nanganin kesalahan apa aja yang terjadi di TPS Fisipol dan alhasil permohonan gue terpenuhi denagn air sampe luber (lho, negosiasi apa ngisi bak mandi???). Penghitungan suara pun dimulai dan PanPel yang gue suruh tadi mulai bercerita What the hell is Going on??? Sebenarnya, ada 2 mahasiswa yang salah masukin kertas suara. Dengan menggunakan gabungan rumus-rumus kimia, matematika, fisika, dan biologi, si Mas tadi nunjukin letak-letak kesalahan dengan hitung-hitungan yang lumayan rumit. Dan blablablablablabla... sampe-sampe ada rapat lesehan antara panpel ma saksi mata kejahatan (HAH...emang di pengadilan??). dan sekali lagi BLABLABLABLA... Akhirnya negosiasi disetujui. Karena panik dan rasa ingin bertanggung jawab, gue lalu ngitung 500 kertas suara. Merelakan mulut dan mata gue untuk menghitung begitu banyaknya kertas suara. Setelah mulut berbusa dan mata berkucurkan air mata buaya (lho) air mata darah, ternyata kertas suara yang masuk emang lebih. Dan karena ketidak percayaan manusia-manusia laknat simpatisan para CalLeg masing-masing, gue akhirnya merelakan mulut dan mata gue untuk sekali lagi ngitung 500 kertas suara. Mulut udah tambah berbusa aja dan mata gue jadi gede. Bahkan kalo dibandingin ama mata si Jejen (yang katanya anak-anak sukanya melotot-melotot ntu), mata gue lebih gede lagi, segede bola basket dan rasanya maw copot aja dari kepala gue. Dan ternyata memang terbukti bahwa ada 3 kertas suara yang lebih dari seharusnya. Menurut anak-anak fisipol, kertas suara yang tanpa identitas itu disebut suara setan. Kenapa juga harus dinamai suara setan. Bagi gue si setan bukan kertasnya tapi para peserta penghitungan suara itu yang setan. Dasar SETAN . . . SETAAAAN . . . KYA KYA KYA KYA . . . SETAN . . . SETANNNNN!!! (tereak-tereak ngeliat setan). Abys ntu, penghitungan dimulai, dan sekarang giliran tangan gue untuk gue relakan untuk (kebanyakan “untuk”) mengangkat tinggi-tinggi kertas suara ke muka para saksi layaknya Round Girl lagi nunjukin papan ronde ke hadapan para penonton (emang acara tinju!!!). Beberapa jam kemudian gue ngerasa kalo tangan gue bakalan buntung. Gue ngeliat sisa kertas suara, dan ternyata apakah yang akan terjadi saudara-saudara. Kertas suaranya masih banyak sekitar 200an lembar saudar-sudara. Gue langsung aja nenangin diri gue untuk gak ngelakuin hal-hal bodoh di depan para saksi seperti tereak-tereak “Gygyagyagya....kyakyakyakya...tidaaaaaakkkkk...jangan...jangan hukum saya seperti ini...tidaaaakkkkk” sambil lari-lari kebingungan kaya ayam lagi dikejar-kejar luwak (hewan sejenis musang). Detik-detik jam mulai terlewati. Sekujur tubuh gue serasa udah hancur digiles traktor. Jam sudah menunjukkan pukul 01.30 dan pemenang pemilu kali ini telah ditetapkan. Anak-anak mulai nyanyi-nyanyi gak jelas gitu. Lagi-lagi KPU masih ngasih kerjaan ke gue. ‘ANJRIIITTTTTT’ kata-kata yang terlontar dari mulut gue sambil komat-kamit byar gak kedenger ma orang laen. Disuruh apa lagi gue (sambil nagis tak berdaya). HUWAAAA...HUWAAA...HUWAAA...ternyata gue disuruh minta tanda tangan para saksi. APAAAA??? Suatu pekerjaan yang gak penting dan gak elit. Knapa gak minta tanda tangan gue aja. Kalo sama-sama gak penting, mending gue kasih tanda tangan gue aja. Itung-itung latihan jadi artis. Dan dengan terpaksa gue minta tanda tangan yang gak penting dari para saksi yang lagi nyanyi-nyanyi gak jelas itu. Abys ntu, gue langsung nitipin tanda tangan itu ke temen gue dan gue berniat untuk ngibrit kabur. Gue ma si Kamal and si Miftah kabur duluan. Akhirnya gue memutuskan untuk bermalam di kosan Kamal, cuz gerbang kosan gue udah di tutup. Paginya gue pulang ke kosan gue. Dan gara-gara kejadian itu gue sakit selama 3 hari dan mengharuskan gue untuk gak tidak berangkat kuliah selama 3 hari. Gue sempet mikir ‘lumayan juga sih ikut jadi PanPel. Tahun depan ikut lagi gak ya??? Kayaknya seru juga kalo ikut lagi tahun depan!!!’. Benar-benar berfikir yang gak elit dan kurang kerjaan. Emang masih maw nganter nyawa gue bwat ngepuasin anak-anak Fisipol yang AUTIS ntu...??? T-T


 

Hari-hari di Jakarta

Day x, x date xx month 2008

 

 

 

Jakarta oh jakarta. Macet, panas, banjir, sampah, de el el, telah menjadi ciri khas kota metropolitan itu dan yang katanya akan menjadi kota megapolitan.

Kenapa gue kasih tanggal x x x x . . . ? yah karena . . . . . gue lupa tanggal kejadiannya ajah . . . LOL xDD *nods*

Pokoknya pas bulan juni – juli gue di Jakarta. Gue ke Jakarta pas liburan gila selama 3 bulan. Karena gue juga gak ikutan SP (semester Puendekkk) sih. Gue ke sana numpang di rumah sepaha (sepupu) gue. By the way on the way water way, taw gak gue ngapain aja di sono??? Yuph betul sekali . . . I’m doin’ nothin’ a. k. a. gak ngapa ngapain. Cuman dirumah ngeremin telor, sambil nonton TV and . . . ya begitulah. G ada kerjaan sama sekali.

Suatu saat, pas abis makan siang. Mikir (sok mikir, padahal kosong) mo ngapain nich enaknya . . . ? setelah kelamaan mikir dan gak dapet-dapet ide, gue mutusin untuk NYUCI PIRING. Suatu pekerjaan yang paling gue benci (dan gak penting juga). Itung-itung bantuin tuan rumah lah. Pas gue maw nyuci tuh dishes, eh sepupu gue (yang bias ague panggil ‘cumirah’ – panggilan yang aneh . . . !?) malah mencak-mencak nabokin and ngehajar gue habis-habisan (ya gak lah!!!).

 

Cumi : “Heh!!! Ngapain lw?”

Gue : “Maw boker. YA GAK LAH!!! Maw nyuci piring. Mang knapa?”

Cumi : “gak usah nyuci piring segala. Biar ntar gue yang nyuci. Lw tuh tamu disini, jadi gak seharusnya lw nyuci-nyuci.”

 

Gue : “Lah . . . ntar yang nyuciin baju and segala daleman gue siapa dong kalo gak boleh nyuci-nyuci?” (B’laga bego)

 

Cumi : “Ya itu lw cuci sendiri lah!!!”

Gue : “Katanya gak boleh nyuci-nyuci?”

Cumi : “Bego lw . . .”

Gue : “ . . .”

 

Ahahahaha . . . gue berhasil ngerjain sepupu gue. Saat itu, gue brasa jadi raja or pangeran gitu deh. Pokoknya serba nyaman. TAPI . . . kemalangan pun menimpa gue. Sebenernya sih bukan kemalangan, tapi . . . apa yach? Lw pikir aja sendiri deh. Sore pun tiba dan tante gue (Nyokap Cumi) pun pulang kerja, gue langsung bisa ngrasain rasa capek luar biasa yang di alaminya. Dan segera, gue menyapa tante gue dan ngajakin dia ngobrol basa-basi dan sebagainya (bukan kebiasaan gue banget). Setelah lama ngobrol, kami pun selesai dan tante gue itu langsung pergi ke kamar dan langsung menuju ke dapur. Taw apa yang terjadi selanjutnya . . . ? Tante gue marah besar, gila!!! Gue gak taw kenapa rumus probabilitas itu ditemukan (gak nyambung . . . Lol XDD). Kenapa tante gue marah-marah. Dan setelah gue selidiki, ternyata eh ternyata, cucian (dishes) siang tadi belum di cuci ma sepupu gue . . . hal yang benar-benar di luar dugaan. Feeling yang gue rasain untuk nyuci piring telah membawa petaka ke semua sepupu gue. But the weird thing is, adek sepupu gue (Gojrot – nama aslinya Ajeng [nama2 aneh lain]) malah tenang2 aja dan sesegera dia menemui tante gue yang lagi ngomel berat. Taw nggak dia bilang apa? Dan apa yang bakal terjadi selanjutnya?

 

Gojrot : “Bu’, laper ne. Dari tadi siang blum makan. Minta duit bwat beli mie donk.”

Tante : “oh . . . nie (sambil ngluarin duit), beli mie rebus 6, beras 2 ltr, kopi ABC susu 3. Udah itu aja. Tuh, mas Ardhi-nya pengen jajan apa?”

Gue : “hah? Nggak ah te, lagi males jajan. Mending bwat beli yang laen aja bwat besok.” (sok ‘be wise’)

Tante : “Tuh, contoh mas Ardhi. Nggak kebanyakan jajan kek kamu!”

Gojrot : “Sekalian beli minuman ya.” (langsung menghilang seketika menuju warung)

Gue : “ . . . “

 

Dalam hati gue saat itu langsung menjerit tak tertahankan  - “ARRRRGGGHHHHH . . .” bisa-bisanya tante gue langsung berhenti ngomel cuman gara2 dimintain duit bwat beli mie. Kalo nyokap gue kek dia, dari dulu kalo pas ngomel mending gue maintain duit. Ngomel selesai,guenya juga dapet duit. Muahahahaha..haaaaacchhhooo… (-oo-)

 

Bagi para calon Ibu, jangan pernah meniru tindakan tante gue yang agak gimanaaaaa gitu . . . sangat tidak baik.

Tags:

Wait for Winter Trip

  • Nov. 19th, 2008 at 7:36 AM

uchhh...!!!
become impatient...
You guys know what?! On February next year, I'm gonna have a winter trip to Japan.
And today, still November... It's too loooongggg....!!!
Besides, I don't know whether my plan to go to Japan will work or not.
Because, "My Mom" said that, she didn't know either wheteher I could run my plan or not. I can't expect too much, 100%. If so, I should get  Job as soon as possible, to earn the damn money....huhuhhuhuhu...T-T
get job, get job, get job....


Profile

[info]chalzkinomoto
chalzkinomoto

Latest Month

April 2009
S M T W T F S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930